Archive for September, 2005

Tuhan gaul

Sunday, September 25th, 2005

Tuhan gaul

31 dec 2004 malam tahun baru
co gaul sedang berdoa
co gaul: Tuhan hujannya berenti sebentar dong, kan tahun baru gue pingin jalan ama cewek gue puter2 kota. entar klo udah sampe rumah hujan lg juga ga papa. kan sekali setahun gitu loh, masa harus hujan2. please tuhan berentiin hujan gitu loh!!!!
Tuhan menjawab : SO WHAT GITU LOH…..!!!!!!
(Kiriman : Damar)

Tuhan gaul

Sunday, September 25th, 2005

Tuhan gaul

31 dec 2004 malam tahun baru
co gaul sedang berdoa
co gaul: Tuhan hujannya berenti sebentar dong, kan tahun baru gue pingin jalan ama cewek gue puter2 kota. entar klo udah sampe rumah hujan lg juga ga papa. kan sekali setahun gitu loh, masa harus hujan2. please tuhan berentiin hujan gitu loh!!!!
Tuhan menjawab : SO WHAT GITU LOH…..!!!!!!
(Kiriman : Damar)

APAKAH TIDAK LUCU ?

Sunday, September 25th, 2005

Betapa besarnya nilai uang kerta senilai Rp.100.000,-…
waduh, apabila dibawa ke gereja untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah selama satu jam; namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.

Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan); namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.

Betapa asyiknya apabila pertandingan basketball diperpanjang waktunya ekstra; namun kita mengeluh ketika khotbah di gereja lebih lama sedikit dari pada biasa.

Betapa sulitnya untuk membaca satu perikop dari Kitab Suci; namun betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser; namun lebih senang duduk di bangku paling belakang di gereja.

Betapa sulitnya untuk menyesuaikan jadwal waktu kita, 2 atau 3 minggu sebelumnya untuk suatu acara gerejani; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari suatu bab sederhana dari Injil untuk di sharingkan dengan orang lain; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain itu.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran; namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci.

Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya, atau berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.

Betapa kita dapat menyebarkan seribu lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti api; namun kalau ada mail yang isinya tentang Kerajaan Allah; betapa seringnya kita ragu-ragu,enggan membukanya dan membacanya,serta langsung klik pada icon DELETE. Lucu bukan ?

baca dan renungkan !!

Sunday, September 25th, 2005
WHAT IF GOD STOPS LOVING YOU

What if,
GOD couldn’t Take the Time to Bless Us Today because We couldn’t Take the Time to Thank Him Yesterday?

What if,
GOD Decided to Stop Leading Us Tomorrow because We Didn’t Follow Him Today?

What if,
We never Saw Another Flower Bloom because We Grumbled when GOD Sent the Rain?

What if,
GOD didn’t Walk with Us Today because We Failed to Recognize It as His Day?

What if,
GOD Took away the Bible Tomorrow because We would not Read It Today?

What if,
GOD Wook away His Message because We Failed to Listen to the Messenger?

What if,
GOD didn’t Send His only Begotten Son because He Wanted Us to be Prepared to Pay the Price for Sin.

What if,
the Door of the Church was Closed because We did not Open the Door of Our Heart?

What if,
GOD Stopped Loving and Caring for Us because We Failed to Love and Care for Others?

What if,
GOD would not Hear Us Today because We would not Listen to Him Yesterday?

What if,
GOD Answered Our Prayers the Way We Answer His Call to Service?

What if,
GOD Met Our Needs the Way We Give Him Our Lives???

Tuhan dan Kabel Listrik

Sunday, September 25th, 2005

Anda sering melihat kabel listrik
yang kecil dan yang besar,
yang baru dan yang lama,
yang murah dan yang mahal.
Kabel - kabel itu sendiri saja tak berguna
sampai strom mengalir di dalamnya
tidak akan ada terang.

kabel itu adalah saudara dan saya
Strom itu adalah Tuhan
Kita mempunyai kekuasaan untuk membiarkan
strom itu mengalir lewat kita
dan menggunakannya untuk menghasilkan terang dunia,
atau kita bisa menolak untuk dipakai
dan membiarkan kegelapan menyebar

Bunda Teresa

Barang yg paling mahal di dunia

Sunday, September 25th, 2005

Bukannya mobil Roll Royce ataupun istana di England, melainkan perasaan "kasih", kenapa? Lihat saja pak Harto yg mempunyai uang yang ber-jubel2 banyaknya, beliau tidak bisa membeli dan mendapatkan kasih yang murni dari rakyatnya. Money can buy sex, but not love!

Sebagian besar text dari lagu2 gereja maupun lagu2 pop hampir semuanya ada kaitannya dgn love entah antara kasih Sang Pencipta dgn manusia ataupun antar sesama manusia. Dan hampir tiap orang sehat di dunia ini memiliki perasaan kasih, tetapi kebalikannya hampir tiap orang membutuhkan rasa kasih.

Sebenarnya dgn mudah tiap orang bisa memberikan rasa kasihnya kepada siapapun juga, bahkan Sang Pencipta telah memberikan kepada kita perasaan kasih dgn tiada batasnya alias no limit, jadi walaupun Anda berikan dan bagikan rasa kasih Anda kepada jutaan orang di dunia ini, perasaan kasih yang Anda miliki tidak akan berkurang sedikitpun juga.

Kita mulai dgn yg paling mudah saja dahulu, ialah "senyum" Sang Pencipta memberikan kepada kita wajah yg bisa bersenyum, tetapi kita sendiri yg harus melakukannya. Memberikan senyum kepada tiap orang tidak akan mengurangi perbendaharaan senyum Anda, tetapi kenapa begitu banyak oranh susah dan pelit sekali memberikan senyumnya. Apakah senyum Anda itu sedemikian mahalnya?

Apalagi memberikan kasih ini lebih susah lagi untuk didapatkannya. Di dunia ini banyak sekali yg disebut Tourist Cinta, ini tidak sama dgn Tourist Sex,yg disebut sebagai tourist cinta itu ialah orang yg hanya mememberikan dan menunjukkan rasa kasihnya maximum setahun 4 kali, ialah pada waktu HUT, hari perkawinan, Valentine day dan Mother day, bahkan bagi banyak orang kalau hari ulang tahunnya enggak lupa aza udah bagus.

Tiap orang mencintai orang yg mereka kasihi entah itu suami/istri, anak mapun orang tuanya, tetapi rasanya sangat sukar sekali bagi kita untuk menunjukan ataupun mengucapkan rasa kasih kita kepada mereka. Jawaban yg sering saya dengar: "Apakah enggak cukup saya belikan dia BMW, pakaian dari Chrisian Dior dan gelang sebesar pelek beca?"

Mereka pikir dgn memberikan hadiah yg mahal2 bisa menggantikan rasa kasih yang partnernya sangat butuhkan! Memberikan kasih tidak selalu harus berkaitan dgn hadiah yg mahal2 saja, satu kecupan manis, satu belaian mesra, satu ucapan kalimat "I love you", bahkan satu jabatan tangan yg erat pun sudah bisa menunjukan rasa kasih kita kepada sesama manusia.

Kasih tidak ada kaitannya dgn uang ataupun materi melainkan dgn waktu dan perasaan, berikanlah sedikit waktu dan perasaan Anda kepada mereka yg membutuhkannya. Dan apakah Anda tahu bahwa baa…aaanyak sekali orang disekitar kita yg haus dan membutuhkan kasih sayang. Kalau kita membacq artikel2 di milis banyak rekan2 yg membagikan kasihnya berupa kata2 yg bisa menghibur walaupun hanya sepatah maupun dua patah kata saja, tetapi percayalah ini akan sangat membantu sekali bagi mereka yg sedang membutuhkannya.

Kapan kita terakhir kali menelpon seseorang atau menulis kepada seseorang untuk memberikan kasih kita kepadanya hanya dgn menanyakan "How are you?" saja. Perkataan yg mungkin bagi banyak orang tiada artinya, tetapi terkadang bisa membantu menyegarkan rekan2 maupun kawan2 kita yg lainnya. Bagaimana kalau mulai hari ini kita sama2 lebih banyak membagikan kasih daripada membagikan kritikan?

Dgn sangat mudah kita bisa dan mampu menulis ribuan kata2 untuk mengritik tulisan orang, tetapi rasanya sangat sukar sekali menulis beberapa patah kata saja yg bisa memberikan motivasi maupun dorongan bagi tulisan seseorang, begitu juga dgn mudah kita menulis puluhan lembar surat untuk mengungkapkan rasa kesal hati kita, tetapi sukar untuk menulis sepatah atau dua patah kata untuk mengungkapkan rasa kasih kita. Apakah budaya kasih bangsa Indonesia sekarang sudah berubah menjadi budaya ngambek dan budaya mengritik terus-menerus?

Kapankah Anda mengucapkan perkataan "I love you!" terakhir kalinya kepada orang yg Anda kasihi?

Kapankah Anda memberikan bunga walaupun hanya setangkai kepada orang yg Anda kasihi?

Kapankah Anda memberikan spirit berupa kata2 penghargaan bagi partner, kawan, rekan maupun karyawan Anda?

Pernahkan Anda memberikan senyuman Anda kepada orang yg membutuhkannya, umpamanya seorang musafir, abang becak ataupun tukang sayur?

Pernahkan Anda bersedia dan mau mengundang mereka walaupun hanya untuk minum segelas air putih saja dirumah Anda?

Manusia lebih membutuhkan kasih daripada uang dan kasih adalah daya beli untuk kebahagiaan. Kebanyakan manusia bunuh diri bukannya, karena tidak ada uang, melainkan karena tidak ada kasih!